Kamis, 05 Februari 2015

Me vs My Dave (Part 1)

Suatu pagi di Oxford University, aku (Jane) akan memasuki semester baru.
Kebetulan pagi itu adalah hari pertama aku masuk kuliah setelah liburan musim dingin yang sangat panjang.

"Haaaaiii Dylan." sapaku ke Dylan sahabatku di kampus.
(btw, Dylan ini cowok loh ^.^)
"Eh Hai Jane..." jawab Dylan seraya menghampiriku.
Kemudian kita berpelukan sekejap. Ya memang sudah menjadi kebiasaan kami setiap kali bertemu. Mungkin juga untuk melepas rindu yang selama musim dingin tidak bertemu.

"Dylaannn, aku kangen banget." ucapku agak sedikit manja.
"Yaampun Jane, kita baru tiga bulan ngga ketemu, kamu udah kaya gini. Gimana kalo aku pergi setahun?" ucapnya terkekeh.
"Ugh kau ini." balasku seraya mencubit perutnya.
"aww sakitttt." Dylan merasa kesakitan akibat ulahku.

Ya begitulah saat di mana aku dan Dylan bertemu, orang seantero kampus ku pun menganggap kami ini sepasang kekasih, tapi maaf Dylan sudah ku anggap sebagai kakak ku sendiri.
Kadang Dylan suka menginap di rumah keluarga ku saat libur musim dingin.

Ketika aku sedang asik berjalan menuju kelas bersama Dylan, tiba-tiba....
"Brukkk!!!!" aku terhempas dan jatuh. Sesuatu menabrakku dari belakang.
"Maaf, maaf, gue ngga sengaja." ucap orang asing itu. Karena terlihat sedang terburu-buru dia hanya memberi ku Post It yang iya tulis dengan sangat cepat, lalu pergi.

Dylan pun ingin mengejarnya, tapi ku tahan karena aku tidak apa-apa.
Dylan membantu ku bangun dari lantai dan membawaku masuk ke kelas.

Suasana di kelas pun sangat bising, tidak seperti biasanya. Aku melihat jadwal mata kuliah pertama hari ini adalah Mata Kuliah Entrepreneurship yang biasanya sangat tidak di sukai mahasiswa lainnya karena Dosen nya itu Mr. Fulbert yang sangat Killers.

Tunggu tunggu, mereka bukan membicarakan Mr. Fullbert, tetapi mahasiswa pindahan dari Michigan University ke Oxford. Aku semakin penasaran siapa mahasiswa baru itu.
Perlahan kebisingan itu berkurang bersamaan dengan hadirnya Mr. Fulbert di dalam kelas bersama seorang anak laki-laki yang wajahnya seperti ku kenal.

Aku baru ingat, itu adalah orang yang menabrakku tadi pagi dan ku lihat lagi tulisan yang ia tulis di Post It, yaitu, "I'm sorry, aku traktir makan siang ya," Dave..

Dave, namanya adalah Dave.

Mr. Fulbert pun memerintahkan si anak baru ini untuk Introduce himself.

"Hai kawan, namaku David Archie, aku bukan runner up American Idol season 6." ucapnya yang membuat seluruh kelas bergemuruh.
"Kalian bisa memanggilku Dave." sambungnya 
"Haaaiiii Daveeeee." balas kami seperti choir di gereja.

"Yak Dave kamu bisa duduk di... belakang Jane." ucap Mr. Fulbert

Whattt? aku? kenapa harus aku? (pikiran itu terus saja membayangiku)

"Baik Mr." jawab Dave.

Saat jam mata kuliah berakhir.

"Hai, maukah kau lunch dengan ku?" tanya Dave.
"Maaf, tapi aku ingin ke perpustakaan bersama Dylan." jawabku.
"Oh oke yasudah." sambungnya sambil berjalan melewatiku. Namun ada yang aneh ketika dia membisiki ku dengan kata-kata "Kau semakin mirip dengannya."
Awalnya aku acuh, namun tak tau mengapa, kata-kata itu selalu terngiang di pikiranku.

                                                                       --

Dua minggu berlalu, tak ada yang aneh ketika aku dan Dylan masuk ke kelas, sama seperti biasanya. Namun, aku heran ketika semua orang mendekati kursi ku. Aku berjalan mendekat ke kursiku, ternyata ada setangkai mawar warna kuning dan satu bar coklat kesukaanku. Dan tidak lupa sepucuk surat yang di depannya tertulis For Jane.. From "D".

Merasa heran, aku pun langsung membuka surat itu. Namun, aku merasa seperti ada petir yang menyambarku, aku terdiam tiba-tiba. Dan sangat tidak menyangka kalau isi dari surat itu adalah....


------------------------to be continued--------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar