Rabu, 28 Januari 2015

My Story about Dave

Kriiinngg..kriinngg..kriiinngggg
Bunyi jam weker membangunkan ku dari tidurku, yang memang sengaja aku setting untuk menonton tim Favorite ku, yak CHELSEA FC.

Haii,,
Perkenalkan namaku Okty Winastiwi. Biasa orang-orang memanggilku dengan sebutan Wina atau Wince, jarang ada yang memanggilku Okty, karena terdengar asing di telingaku.

Aku menyukai sepakbola sejak tahun 2002. Kala itu sedang melihat pertandingan Jerman VS Arab Saudi di penyisihan grup Piala Dunia dan mengalahkan wakil Timur Tengah itu dengan Skor 8-0,yang membuat aku sangat menyukai Jerman saat itu hingga hari ini. Sementara beberapa hari kemudian, Inggris berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 0-1.
Namun ada hal yang unik saat itu, seperti kebanyakan perempuan menyukai sepakbola saat itu aku hanya melihat secara fisik dari para pemain, dan yang membuat aku tercengang adalah penampilan dari Miroslav Klose saat itu yang mencetak Hattrick membuat aku terpesona. Sejak saat itu aku langsung mencari informasi mengenai Klose melalui media cetak. (re:saat itu aku masih berusia 9 tahun, blm ngerti internet). 

Beberapa hari kemudian, aku melihat pertandingan Inggris melawan Argentina. Saat itu bintang lapangan yang paling di puja puji seantero jagat raya adalah David Beckham. Uniknya aku sama sekali tidak tertarik pada Beckham. Aku malah tertarik pada Midfielder terbaik Inggris yaitu Frank James Lampard (awal sejarah suka Chelsea dari doi). Sama seperti Klose, aku menggilai Lampard karena ketampanannya yang mempesona.Mulai saat itu aku cari tau dia berbekal koran dan tanya sana sini terutama tanya ke kakak laki laki ku.

Selesai perkenalan tentang diri saya, lanjut ke topik sebelumnya.

Sebagai Fans dari Klub yang berada di London Barat yaitu The Blues, bukan hal yang sulit bagiku untuk menonton pertandingan demi pertandingan yang sedang di lakonkan oleh Chelsea, bahkan untuk pertandingan yang jadwalnya dini hari.

Sewaktu pertandingan Kandang kontra Norwich City pertandingan yang menurutku seru banget dengan kemenangan 4-1 Chelsea saat itu, ada hal menarik yang mungkin ga akan pernah aku lupain sepanjang sejarah BPL. Yaitu pergantian pemain di babak ke dua oleh pelatih Chelsea saat itu Roberto Di Matteo . Kala itu beliau mengganti Branislav Ivanovic dengan pemain anyar Chelsea yaitu Cesar Azpilicueta.

Saat itu aku bertanya tanya, siapa sih dia? sehebat apa sih dia? kenapa aku ga bisa nyebut namanya? Yak memang saat itu aku sangat kesal di buatnya, hingga aku hanya bisa memanggilnya dengan sebutan si nomer 28. 

Namun, lama-kelamaan semakin aku menghindarinya, nama Azpi selalu terngiang-ngiang di telinga dan pikiranku (tentunya itu setelah Klose dan Lampard yang tak pernah terlewatkan dari pikiranku). Semakin lama aku melihat gaya permainan dia yang impresif bersama klub, aku semakin jatuh hati (bak makan buah simalakama). 

Sejak saat itu aku menyukainya hingga detik ini dan masih berharap untuk bertemu dirinya. Walaupun hanya sekedar foto bareng atau apapun.
Mungkin juga bisa bertemu di pelaminan, we'll see. 



---------------------------bersambung--------------------------